Skip to main content

POLDA METRO JAYA MELAKSANAKAN PEMUSNAHAN BARANG BUKTI

POLDA METRO JAYA MELAKSANAKAN PEMUSNAHAN BARANG BUKTI

Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pemusnahan Barang Bukti Cakram Optik ilegal dan minuman keras ilegal yang merupakan hasil Operasi Kepolisian Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya dalam rangka program kerja 100 hari Polri yang dimulai sejak tanggal 22 Oktober 2010 sampai dengan 7 Januari 2011, pemusnahan itu dilakukan di lapangan depan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (16/2/2011) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Sutarman.

Acara  dihadiri oleh para Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran Polda Metro Jaya,  perwakilan dari Kejati DKI Jakarta, Kejati Banten, Pengadilan Negeri, Walikota,  Ketua DPD FPI DKI Jakarta, tokoh masyarakat, serta beberapa selebritis antara lain Anwar Fuady, Okan Kornelius, Adly Thaher, dll.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut, antara lain :

a.   VCD-DVD Porno Sebanyak 3.124.015 (Tiga Juta Seratus Dua Puluh Empat Lima Belas) keping,  dengan nilai barang produksi kurang lebih Rp.6.872.833.000,- (Enam Miliar Delapan Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Rupiah).

b.  VCD-DVD film dan lagu bajakan sebanyak 1.312.000 (Satu Juta Tiga Ratus Dua BelasRibu) keping, dengan nilai barang produksi  kurang lebih Rp.2.099.200.000,- (Dua Miliar Sembilan Puluh Sembilan Juta Dua Ratus Ribu Rupiah).

c.   Stamper/Master VCD-DVD Porno sebanyak 1.038 (Seribu Tiga Puluh Delapan ) keping, dengan nilai barang produksi  kurang lebih Rp.830.400.000,- (Delapan Ratus Tiga Puluh Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).

d.   Cover VCD-DVD Porno Sebanyak 3.150.000 (Tiga Juta Seratus Lima Puluh Ribu) lembar, dengan nilai barang produksi  kurang lebih Rp.630.000.000,- (Enam Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).

e.    Klise/Master Cover VCD-DVD Porno sebanyak 271(Dua Ratus Tujuh Puluh Satu) lembar, dengan nilai barang produksi  kurang lebih Rp.8.130.000,- (Delapan Juta Seratus Tiga Puluh Ribu Rupiah).

f.    Minuman Keras ilegal sebanyak 29.078 (Dua Puluh Sembilan Ribu Tujuh Puluh Delapan) botol, dengan nilai barang produksi  kurang lebih Rp.2.907.800.000,- (Dua Miliar Sembilan Ratus Tujuh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah).

Berdasarkan penjelasan dari Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol  Drs. Yan Fitri H, MH ; Untuk Tersangka sebanyak 28 (Dua Puluh Delapan) orang, dengan perincian : Sebanyak 25 (Dua Puluh Lima) orang beserta barang bukti sudah diserahkan ke Kejaksaan, sementara sebanyak 3 (Tiga) orang masih dalam proses penyidikan.

Terhadap para tersangka Pornografi dan Film serta lagu bajakan dapat dipersangkakan melanggar pasal 29, pasal 30, pasal 32 dan pasal 33 UU RI No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp.250.000.000,00 ( dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp.6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah), sementara untuk tersangka film dan lagu bajakan dapat dipersangkakan melanggar pasal 80 UU RI No.33 Tahun 2009 tentang Perfilman dengan ancaman pidana penjara paling 2 (dua) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan juga Pasal 72 UU RI No.19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp.1.000.000,00 ( satu juta rupiah) dan paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)

Sedangkan untuk tersangka minuman keras ilegal dapat dipersangkakan melanggar pasal 58 UU RI No.7 Tahun 1996 tentang Pangan dengan ancaman pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.360.000.000,00 (tiga ratus enam puluh juta rupiah), dan pasal 50, pasal 51, pasal 52 dan pasal 54 UU RI No.11 Tahun 1995 tentang Cukai dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.600.000.000.,00 (enam ratus juta rupiah)dan pasal 62 UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp.250.000.000,00 ( dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp.2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).